Monday, July 28, 2008

Di Kuala Lumpur, Da'i Terkesan dengan Aksi Bakar Ban


Sumber: Tribun Timur, Makassar

Minggu, 27-07-2008 
Di Kuala Lumpur, Da'i Terkesan dengan Aksi Bakar Ban
Kuala Lumpur, Tribun - Penerbangan internasional antara Makassar dengan Kuala Lumpur, Malaysia, akhirnya terwujud, Jumat (25/7) tengah malam.
Maskapai Air Asia melakukan penerbangan perdana dari Bandara LCCT Kuala Lumpur ke Bandara Internasional Hasanuddin, Makassar.
Pesawat dari Kuala Lumpur landing sekitar pukul 20.00 wita di Bandara Hasanuddin. Sementara dari Bandara Hasanuddin, pesawat take off pukul 20.30 wita dan tiba di Bandara LCCT sekitar pukul 24.00 wita.
 
Penerbangan Makassar-Kuala Lumpur ditempuh sekitar tiga setengah jam. Waktu di Malaysia sama dengan waktu di Makassar (wita).
Waktu tempuh dari Bandara LCCT ke pusat kota Kuala Lumpur sekitar 50 menit hingga satu jam. Perjalanan tanpa hambatan.
Aira Asia adalah salah satu maskapai berbiaya hemat terkemuka dan terbesar di Asia. Penerbangan Makassar- Kuala Lumpur menggunakan pesawat Boeing 737 seri 400 berkapasitas 150 penumpang.
Dirjen Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwista RI Sapta Nirwandar juga hadir menyaksian prosesi seremonial penerbangan perdana Air Asia.
Pejabat penting di Air Asia seperti Presdir Indonesia Air Asia Captain Darmadi dan Directur Airport & Public Policy Indonesia Air Asia Jufrie Arief, juga hadir.
Penerbangan Air Asia ini membuka kembali jalur internasional yang pernah ada yakni Kuala Lumpur- Makassar yang dilayani Malaysia Airsystem dan Silk Air yang melayani Makassar-Kuala Lumpur di era tahun 1990-an.
Garuda juga pernah membuka jalur Makassar-Singapura namun bukan penerbangan langsung pada tahun 2007 lalu. Pesawat transit di Bandara Internasional Juanda, Surabaya.

Syahrul-Da'i
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan rombongan juga mengikuti penerbangan perdana ini sekaligus melakukan pertemuan dengan Duta Besar RI untuk Malayasia, Jenderal Polisi (Pirn) Da'i Bachtiar.
Da'i adalah mantan Kapolri dan mantan Kapoltabes Makassar di akhir tahun 1980-an.
Saat menerima Syahrul, Da'i didampingi delapan atase di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur.

Diawali pengantar oleh Dai, pertemuan ini berlangsung sangat serius. Setelah Da'i, giliran Syahrul yang memaparkan sejumlah keinginan kerja sama dengan Malaysia yang dinilai akan menguntungkan Sulsel secara luas.
Dari delapan atase tersebut, salah satunya adalah M Imran Hanafie, dosen di FISIP Universitas Hasanuddin (Unhas). Imran adalah atase pendidikan.
Para atase tersebut mempresentasikan bidang tugas masing-masing. Mereka menitikberatkan pada sektor yang berkaian dengan Sulsel.

Nostalgia
Sebelum Syahrul tiba di KBRI di Jl Tun Razak, Da'i sempat bernostalgia tentang Makassar. Jenderal asal Jawa Barat ini menceritakan suka dukanya saat bertugas sebagai Kapoltabes Makassar kepada rombongan wartawan dari Makassar yang lebih dulu tiba di KBRI.
Dai sangat fasih menyebut nama-nama daerah di Makassar yang berkesan selama dia tugas di sana. Misalnya Jl Abubakar Lambogo, Jl Kandea, dan Ballaparang. "Saya banyak "berkantor" di sana hingga tengah malam karena selalu ada perang kelompok," katanya.
Dia juga mengaku terkesan oleh mahasiswa Makassar yang nyaris tiap hari demo dan membakar ban di jalan.
Mantan Kepala Bareskrim Mabes Polri ini juga selalu menyelingi ceritanya dengan derai tawa.
Da'i menggantikan Rusdihardjo, juga mantan Kapolri. Namun Rusdihardjo harus bernasib malang karena terjerat kasus korupsi di akhir masa jabatannya.
Kursi Dubes RI di Kuala Lumpur sempat beberapa bulan kosong dan dijabat oleh pelaksana tugas sebelum Da'i dilantik, Mei lalu.

--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

Thursday, July 24, 2008

Unhas, Benteng Terakhir Profesionalisme

KKN di mana-mana. Pergilah ke kantor kelurahan, kantor camat, kantor balai kota. Nuansanya sama, fulus akan memuluskan semuanya.
Dalam penerimaan CPNS, sudah lazim sekali Anda tidak perlu menyiapkan kepintaran, siapkan saja uang, cari koneksi, cari patron di lingkungan pejabat. Pegawai yang diterima secara curang itulah yang akan menjadi masa depan birokrasi kita, birokrasi yang lahir, dibesarkan, dan tumbuh dengan semangat kecurangan.
Parahnya, KKN juga merasuki dunia pendidikan kita di level SD, SMP, hingga SMA. Padahal, kita tahu, lembaga pendidikan mestinya suci seperti masjid, bersih dari dosa seperti gereja, benteng moral seperti lembaga keamanan. Lembaga-lembaga itulah yang menjadi benteng terakhir moralitas, tempat masyarakat mencari acuan bersikap dan berperilaku.
Kita bersyukur bahwa Universitas Hasanuddin memberikan kita harapan. Di sini, mahasiswa digodok, calon pemimpin sipil dipersiapkan.
Kita harus salut tentang bagaimana seleksi penerimaan mahasiswa baru, dari dulu sampai sekarang, tetap diakui kredibilitasnya karena dia bersih, jauh dari kecurangan. Bahwa calon mahasiswa harus belajar bila ingin merebut satu kursi di sana, bukan merengek-rengek pada orang tuanya menyiapkan uang puluhan juta bahkan ratusan juta.
Ada memang jalur buat yang kaya, yang berduit, seperti jalur kemitraan. Kita harga itu karena Unhas butuh uang untuk mengelola lembaga pendidikan tempat mendidik sekitar 25 ribu mahasiswa, kampus 220 hektar, dan belajar ribu tenaga pengajar dan staf administrasi.
Tapi tetap saja, meski namanya jalur kemitraan, profesionalisme dan standar akademik tidak dikalahkan oleh uang.
Sekarang yang ribut soal penerimaan calon mahasiswa lewat jalur berprestasi tapi nontes, JPPB. Unhas mengambil tindakan keras segera setelah kecurangan diketahui, lalu mengantisipasi kecurangan begitu.
Apa yang dilakukan sudah seharusnya dilakukan organisasi manapun: manakala ada masalah, atasi masalah itu, dan buat langkah-langkah untuk memastikan masalah serupa tidak terulang lagi.
Jadi, apa yang dilakukan Unhas biasa saja. Dia menjadi luar biasa karena masyarakat haus akan tindakan-tindakan drastis seperti itu di tengah buruknya kinerja birokrasi pemerintah.
Lihatlah bagaimana pungutan liar menjalar di hampir seluruh sekolah di Makassar, dan seolah-olah berhenti, seolah-olah masalah sudah selesai dengan mencopot Kepala SMA 17. Apa yang dilakukan untuk memastikan pungli serupa tidak terjadi lagi saat penerimaan siswa lewat jendela dan pada penerimaan siswa tahun depan. Kita tidak melihat itu, termasuk dari politisi kita yang menjual kampanye pendidikan gratis.
Kasus demi kasus seperti itu, yang tidak ditangani secara baik oleh para politisi kita, semakin meyakinkan kita bahwa para politisi itu --mungkin sebagian, tidak seluruhnya-- hanya bekerja untuk meraih kekuasaan, apapun caranya.


Sumber: Tribun Timur, Makassar
Link: http://www.tribun-timur.com/view.php?id=89390&jenis=Front
Jumat, 25-07-2008 
Unhas Cek Ulang 858 Maba JPPB
Selidiki Kemungkinan Ada Lagi Mark Up Nilai; Dimulai Saat Pendaftaran Ulang, 27 Juli; Kepala SMAN 3 Diperiksa Pekan Depan; Andi Herry Ancam Sanksi Berat
 
Makassar, Tribun - Universitas Hasanuddin (Unhas) akan melakukan verifikasi ulang terhadap 858 calon mahasiswa baru yang dinyatakan lulus melalui program jalur pemanduan potensi belajar (JPPB) 2008.
Verifikasi tersebut akan dilakukan mulai pada Minggu (27/7) lusa saat peserta progam JPPB melakukan pendaftaran ulang.
Humas Unhas Dahlan Abubakar mengungkapkan rencana tersebut kepada Tribun, Kamis (24/7).
Unhas melakukan verifikasi lebih ketat setelah ditemukannya 12 siswa SMA Negeri 3 Makassar yang memalsukan nilai rapor dengan melakukan mark up.
 
Selain itu, Unhas juga membatalkan kelulusan lima siswa lainnya dari sekolah yang berbeda.
"Dalam klausul SK Rektor Unhas Nomor 180/H4/P/2008, 24 April 2008, disebutkan bahwa mereka yang tercantum dalam surat panggilan yang nyatakan lulus program strata satu (S1) Unhas setelah; dalam pemeriksaan ulang data prestasi akademik terkirim dengan aslinya tidak terdapat kekeliruan/manipulasi data," kata Dahlan.
Dahlan menambahkan, ada juga klausul yang menyatakan bahwa setiap pendaftar harus memberi keterangan yang benar.
"Bila memberi keterangan tidak benar terancam diberi sanksi berupa dibatalkan hasil kelulusannya karena ini merugikan dunia pendidikan," ujar Dahlan.
Dahlan memastikan jika ditemukan lagi data yang dipalsukan, maka sekolah yang bersangkutan akan masuk black list.
Temuan Unhas
Kasus mark up rapor siswa SMAN 3, terungkap, menyusul adanya keluhan dari keluarga salah satu pendaftar yang gagal masuk ke Unhas melalui program ini. Keluhan itu juga sempat dilaporkan melalui SMS Tribun.
Unhas langsung menindaklanjuti laporan ini dengan mencocokkan data nilai rapor siswa bersangkutan di daftar buku induk sekolah. Hasilnya juga sangat mengagetkan. Tidak hanya nilai rapor ke-12 peserta yang dinyatakan lulus yang digelembungkan tapi juga nilai rapor peserta lain yang dinyatakan tidak lulus.
Dengan pembatalan tersebut Unhas juga mengembalikan biaya SPP yang sudah telanjur dibayar ke-12 peserta tersebut termasuk pembayaran lain terkait proses seleksi JPPB. Berdasarkan surat keputusan Rektor Nomor:1180/H4/P/2008 siswa yang lulus hanya bebankan biaya pendidikan sebesar Rp 1,575 juta (IPA) dan Rp 1,425 juta (IPS).
Biaya tersebut meliputi biaya pemeriksaan data/registrasi, biaya pemeriksaan kesehatan, SPP semister awal tahun 2007/2008, tabungan, kartu mahasiswa/ATM, basic skill (BSS), pembinaan kemahasiswaan.
Dalam catatan Unhas, bukan hanya SMAN 3 Makassar yang sudah di- black list akibat terbukti melakukan mark-up nilai rapor siswa-siswinya. Dalam tiga tahun terakhir, Unhas juga menjatuhkan sanksi serupa kepada 17 calon mahasiswa baru dari enam SMA lainnya. Di antaranya SMAN 3 Makassar, SMAN Bulukumpa (Kabupaten Bulukumba), SMAN 2 Kolaka dan SMAN 4 Kendari (Sulawesi Tenggara), serta SMAN 1 Marioriwawo (Sulsel).
27 Juli
Dahlan menambahkan, SK tersebut dikirim langsung kepada peserta yang dinyatakan lulus dan akan melakukan daftar ulang, 27 Juli-2 Agustus mendatang.
Ketika ditemukan manipulasi data atau mark up, Unhas langsung membatalkan kelulusannya dan sekolahnya langsung memberikan sanksi penalti berupa tidak dikirimi lagi undangan selama empat tahun berturut-turut.
Setelah empat tahun barulah ikut dengan trade record sama dengan sekolah yang baru pertama kali dikirimkan undangan yakni 2,01.
"Verifikasi dilakukan saat daftar ulang. Jadi, tidak menutup kemungkinan ditemukan lagi kasus serupa lagi seperti yang ditemukan pada 12 siswa SMA Negeri 3 Makassar. Khusus kasus SMA 3 ditemukan mark up duluan karena ada laporan yang masuk dari masyarakat sehingga kita cepat bergerak mengklarifasinya ke sekolah dan mengecek data yang kami terima. Karena itu, bagi masyarakat menemukan kejanggalan atau mark up nilai oleh sekolah, kami harap untuk bisa melaporkan ke Unhas," katanya sambil memberikan hotline yang bisa dihubungi.
Ia menambahkan bahwa untuk melakukan pelaporan bisa dilakukan dengan cara langsung ke pengelola JPPB Unhas di Gedung Rektorat Unhas, Kampus Unhas Tamalanrea Jl Perintis Kemerdekaan Km 10 Makassar 90245, telepon ( 0411) 581499 atau melalui email:jppbuh@yahoo.com.
Siswa Terbaik
Jalur JPPB adalah jalur khusus yang diberlakukan Unhas untuk menjaring siswa-siswi terbaik dari seluruh Indonesia timur.
Dahlan menegaskan, proses untuk ikut JPPB adalah Unhas mengirim undangan pada tiap sekolah yang tidak terkena sanksi.
Unhas meminta 20 persen siswa terbaik di setiap kelas. Artinya, jika di kelas tersebut terdapat 40 siswa, maka ranking pertama hingga ranking kelima berhak ikut program yang dikenal pula dengan istilah bebas tes tersebut.
Siswa bisa ikut program ini adalah siswa yang sejak kelas satu hingga kelas bersekolah di SMA yang dikirimi undangan, bukan siswa pindahan.
"Ada juga sekolah yang meminta atau bersurat ke Unhas untuk minta form JPPB seperti SMA di Banten, Tangerang, Jatim, dan Jateng. Sebab program JPPB Unhas meliputi 19 provinsi di kawasan timur Indonesia meliputi Sulawesi, NTB, Maluku, dan Irian," katanya.
Ia menambahkan, sekolah lalu balas surat ke Unhas, kemudian dilakukan perankingan berdasarkan nilai yang masuk.
Setelah ada nilai akhir diberi kode untuk menyamarkan atau merahasiakan identitas peserta.
"Dalam rapat penentuan yang dihadiri Rektor Unhas dengan dekan fakultas disampaikan kuota yang diterima tiap fakultas, saat itulah kode dibuka sesuai kouta kemudian dipotong sampai batas kouta yang diterima. Setelah itu hasil akhir dari JPPB tersebut di tandatangani rektor, kemudian dibuatkan SK rektor," katanya.
Surat panggilan tersebut dikirim surat panggilan ke calon mahasiswa unhas melalui seleksi JPPB 2008/2009 yang berisi panggilan lulus.
Kepsek Diperiksa
Di tempat terpisah, Dinas Pendidikan Kota Makassar memastikan akan memeriksa Kepala SMAN 3 Makassar, Ambo Sakka, dan sejumlah staf sekolah tersebut.
Pemeriksaan dilakukan paling lambat pekan depan.
Pemeriksaan dilakukan terkait dugaan manipulasi data nilai rapor yang dilakukan pihak sekolah untuk meluluskan siswa-siswinya.
Unhas mem-black list SMAN 3 setelah ditemukan kecurangan 12 peserta JPPB dari sekolah ini.
Selain membatalkan kelulusan mereka, sekolah ini juga tak bisa lagi "Segera akan diperiksa dan ditindaklanjuti. Tentu kita harus melakukan klarifikasi untuk mengetahui duduk permasalahannya. Kami minta masyarakat memberi waktu," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muhammad Natsir Azis, kemarin, yang mengaku sedang melakukan tugas kedinasan di Bekasi.
Jika hasil pemeriksaan ditemukan adanya oknum yang melakukan pemalsuan dokumen termasuk adanya faktor kesengajaan, maka pemerintah kota (pemkot) menyiapkan sanksi tegas.
"Jika terbukti tentu akan ada sanksi berat. Tergantung hasil pemeriksaan," tegas Natsir yang mengaku sudah menerima tembusan langsung dari Rektor Unhas.
Sanksi berupa teguran, mutasi, pencopotan, sampai pencabutan status sebagai pegawai negeri sipil (PNS).
Seperti mekanisme pemberian sanksi bagi kepala sekolah (kepsek) yang terlibat pungutan liar (pungli) baru-baru ini, hasil pemeriksaan internal dinas pendidikan kemudian dilaporkan kepada caretaker Wali Kota Makassar Andi Herry Iskandar.
Herry Berang
Herry mengaku berang atas mark up nilai rapor siswa-siswi SMAN.
Jika informasi itu benar, Herry memastikan akan ada sanksi berat bagi Ambo Sakka.
Herry menegaskan hal ini saat dihubungi via telepon selularnya, Kamis (24/7). Saat dihubungi, keponakan almarhum Jenderal M Jusuf ini mengaku sedang berada di Solo, Jawa Tengah.
"Tapi saya akan cari tahu dulu fakta-faktanya dengan berkoordinasi dengan Universitas Hasanuddin. Baru kita akan pelajari kasusnya," jelas Herry yang juga alumnus Unhas ini.
Mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Makassar itu diagendakan tiba di Makassar, Jumat (25/7) hari ini.
Setiba di kota ini, ia akan segera memanggil Kadiknas Makassar, Natsir.
"Kalau sudah jelas faktanya, saya akan ambil sikap tegas terkait kasus ini. Hal ini tidak bisa dibiarkan," ujar Herry.
Tokoh Prihatin
Kasus mark up nilai rapor untuk bebas tes di Unhas yang dilakukan SMAN 3 mengundang banyak pihak yang mengaku prihatin dan menyesalkan adanya tindakan tersebut.
Sikap prihatin datang dari anggota DPD RI Aziz Qhahar Mudzakkar dan Ketua Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Muda AM Iqbal Parewangi.
"Saya menyesalkan hal itu. Perbuatan itu tergolong kejahatan moral. Saya mendukung mereka yang melakukan mark up diberi sanksi," ujar Aziz yang menggelar jumpa pers terkait rencana kegiatan Azis For People (AFP) di Warkop Daeng Anas di Jl Pelita, Makassar, kemarin.
Sedangkan Iqbal yang juga salah seorang dewan pakar AFP juga mengecam tindakan itu.
"Saya melihat mark up ini merupakan ketidakpercayaan terhadap hasil pendidikan kita sendiri. Perbuatan itu juga bisa disebut sebagai kriminal pendidikan," ujar Iqbal yang mendampingi Aziz dalam jumpa pers itu bersama sekretaris pribadi Aziz Irfan Yahya dan anggota DPRD Sulsel Andi Mariattang.
Alumni Smaga
Alumni SMA Negeri 3 (Smaga) Makassar prihatin dengan nasib siswa Smaga setelah di-black list Unhas.
Beberapa alumni Unhas, Kamis (24/7), berkunjung ke Smaga untuk mencari informasi dugaan mark up nilai ini. Mereka menilai hukuman yang diberikan Unhas cukup berat.
"Langkah Unhas yang menghukum Smaga selama empat tahun itu berlebihan. Jangan sampai selama empat tahun itu memang ada siswa yang berprestasi dan layak lolos melalui JPBB namun tidak di loloskan," kata Wakil Sekretaris DPD PDIP Sulsel Iqbal Arifin yang juga alumnus Smaga angkatan 1989.
Hal senada juga dikatakan Rauf Rahman, alumnus Smaga angkatan 1983, kini fungsionaris PAN Makassar.
Menurutnya, yang harus dihukum adalah oknum kepala sekolah serta oknum lain yang terlibat dalam proses mendongkrak nilai.
"Jangan semua siswa Smaga dihukum, ini pembunuhan karakter dan sangat tidak adil," kata pengurus OSIS dan Pramuka ini secara terpisah.
Ketua OSIS Smaga 1993-1994, Asrul Sani Monoarfa, juga mengaku sangat prihatin.
"Kasihan adik-adik di Smaga, kini mereka minder dan diejek teman- temannya dari sekolah lain," katanya.
Jamaluddin, Ketua OSIS Smaga 1995-1996, juga meminta black list ini dicabut karena hukuman sosial yang telah diberikan pada Smaga saat ini sudah cukup.
"Terserah pemkot mau memberi sanksi apa pada oknum yang terlibat tapi kami minta hukuman empat tahun itu dicabut," ujarnya.
Jamharuddin, guru salah satu SMP di Makassar, juga menyesalkan black list ini.
"Kami sudah mengumpulkan teman-teman untuk memikirkan langkah- langkah yang akan diberikan pada Smaga. Kami tidak mau ikut campur dengan pemeriksaan oknum-oknum yang terlibat," kata alumnus angkatan 1982 ini.

Terkait:
* Berita-berita headline Tribun Timur dapat pula di lihat di dahlandahi.blogspot.com
--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

Tuesday, July 22, 2008

Syahrul Paparkan Pendidikan Gratis ke Anggota DPR RI

Sumber: Tribun Timur, Makassar
Rabu, 23-07-2008
Syahrul Paparkan Pendidikan Gratis ke Anggota DPR RI

Makassar, Tribun - Gubernur Sulawesi Selatan menerima kunjungan anggota Komisi X DPR RI di Gubernuran, Makassar, Selasa, (22/7). Komisi ini membidangi masalah pendidikan nasional, kebudayaan pariwisata, pemuda, olahraga, dan perpustakaan nasional.
Rombongan yang dipimpin Wakil Ketua Komisi X DPR RI Prof DR Didik J Rachbini ini mendengarkan pemaparan Syahrul mengenai pendidikan gratis di Sulsel serta pengembangan pariwisata di Sulsel.
Didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kepala Dinas Pendidikan Nasional Patabai Pabokori dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ama Saing, mantan Bupati Gowa ini memberikan pemaparan program pendidikan gratis yang dicanangkan serta soal pariwisata, khususnya Lovely December Toraja.
Sebelumnya, anggota DPR RI ini mengunjungi Kabupaten Gowa dan bersilaturahmi ke Bupati Ichsan Yasin Limpo untuk mendengarkan pemaparan pendidikan gratis yang diterapkan di daerah ini.
Setelah itu, ia memantau lokasi eks pabrik kertas Gowa yang rencananya akan disulap menjadi sekolah kejuruan.


--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

Tuesday, July 15, 2008

Gaya Hidup Kepala Sekolah di Makassar

Tribun Timur, Makassar

Rabu, 16-07-2008 
Avanza Mobil Favorit, Ponsel E90 di Genggaman
Gaya Hidup Kepala Sekolah
 
OEMAR Bakri... Oemar Bakri pegawai negeri. Oemar Bakri... Oemar Bakri 40 tahun mengabdi. Jadi guru jujur berbakti memang makan hati. Oemar Bakri... Oemar Bakri banyak ciptakan menteri. Oemar Bakri... bikin otak seperti otak Habibie. Tapi mengapa gaji guru Oemar Bakri seperti dikebiri.
Itulah sepenggal lagu Oemar Bakri yang diciptakan dan dipopulerkan penyanyi Iwan Fals di era 1980-an. Lagu yang sarat kritikan sosial.
 
Menggambarkan nasib guru, pahlawan tanpa tanda jasa, yang hingga kini hidup dengan segala keterbatasan, memprihatinkan, bahkan terpenjara dalam peran mereka.
Kesalahan mereka yang kerap menjadi sorotan, segala harapan besar yang disandangkan, juga imbalan yang tidak pernah cukup untuk hidup layak. Mereka yang tak mampu secara materi namun rela mengajar demi anak-anak bangsa. Tapi toh, gambaran melankolis dalam lagu tersebut, sepertinya sudah tak mungkin lagi dijumpai. Tengoklah gaya hidup sebagian kepala sekolah di Makassar, mulai dari sekolah dasar (SD) hingga SMA/SMK sederajat.
Setidaknya bagi segelintir guru, pejabat, dan kepala dalam lingkup sekolah negeri yang berada di Makassar, utamanya mereka yang memimpin sekolah berstatus unggulan maupun favorit.
Jangan heran, sepeda kumbang yang identik dalam lagu Oemar Bakri, sudah berganti dengan aneka mobil dari berbagai merek dan tipe keluaran paling anyar.
Kendaraan roda empat merek terbaru seperti Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Honda Jazz, Mitsubishi Kuda, sampai Suzuki Grand Vitara yang harganya di atas Rp 250 juta , bukan lagi barang langka bagi mereka.
Berdasarkan pantauan Tribun, rata-rata kepala sekolah memfavoritkan Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia sebagai tunggangan untuk menjalankan tugas di sekolah.
Kepala SMAN 3 Ambo Sakka menggunakan Daihatsu Taruna. Namun ada pula yang membisikkan, Ambo juga kerap menggunakan mobil Suzuki Grand Vitara.
Kepala SMA 5 Abd Fattah, Kepala SMPN 2 Martan, Kepala SMPN 1 Kasafuddin K Laliyo, maupun Kepala SMAN 21 Umar Ambo Rappe menggunakan mobil Toyota Avanza.
Sedangkan Kepala SMAN 1, Herman Hading, memilih Suzuki Baleno keluaran tahun 2000-an sebagai kendaraan ke sekolah. Namun, Herman dan Ambo dikabarkan juga memiliki kendaraan roda empat lainnya bermerek Honda Jazz dan
Tapi beberapa kepsek lainnya tetap memilih kendaraan keluaran di bawah tahun 2000-an dengan kisaran harga di bawah Rp 100 juta.
Seperti Kepala SMAN 17 Sakaruddin yang menggunakan Kijang Grand. Meski keluara tahun 1990-an, namun pelat nomornya (DD) terbilang "cantik" karena hanya terdiri atas satu digit, DD 5 SK, yang juga kerap pelat VIP.
Sedangkan Kepala SD Minasa Upa setiap hari memarkir Toyota Avanza di halaman sekolah yang berlokasi di Perumahan Minasa Upa Blok L.
Ponsel
Masih belum cukup. Perhatikan telepon selular (ponsel) yang digenggam sejumlah kepala sekolah untuk memperlancar komunikasi.
Mulai ponsel seri tiga (3650 dsb) yang berharga di bawah Rp 1 juta. Tapi tidak sedikit pula yang memilih ponsel yang ditujukan bagi kalangan menengah atas.
Mulai seri N (N 70 sampai N 71) yang merupakan ponsel multimedia, maupun seri communicator seperti 9300, 9300i, sampai 9500, dengan kisaran harga Rp 3 juta sampai Rp 3,5 juta per unitnya.
Bahkan, Ambo Sakka, sudah menenteng ponsel E-90, ketika ponsel seri terbaru ini baru diluncurkan di pasaran dengan kisaran harga mencapai Rp 11 juta per unitnya.
Kepala SMA 5, Abd Fattah, juga memiliki ponsel sejenis yang saat pertama kali diluncurkan dibanderol pada harga Rp 11 jutaan.

Ruangan
Tapi itu belum cukup. Lihat pula ruangan kerja sejumlah kepala sekolah favorit. Tidak kalah mentereng dengan ruang kerja pejabat setingkat kepala dinas di lingkup provinsi maupun pemkot Makassar, bahkan untuk ukuran direktur di sejumlah instansi swasta.
Ruang kerja sejumlah kepala SD sampai SMA favorit dan unggulan sangat lapang. Di lengkapi sejumlah fasilitas yang membuat penghuninya dan tamu betah duduk berlama-lama. AC sebagai penyejuk ruangan, seperangkat sofa untuk menerima tamu, serta televisi berukuran lumayan besar.
Beberapa di antaranya dilengkapi komputer serta lemari pendingin. Dibeberapa sekolah seperti di SD Kompleks IKIP 1, televisi tersebut bertambah fungsi untuk memonitor perkembangan proses belajar mengajar ditiap kelas melalui perangkat CCTV.
Gaya hidup, cara berpakaian, dan style, kepala sekolah juga tidak kalah mentereng. Meski beberapa di antaranya tetap bertahan dengan gaya berpakaian zaman dulu atau lebih dikenal dengan istilah Jadul.
Berbagai aksesoris bermerek buatan luar negeri bukan lagi pemandangan langka melekat di sejumlah kepala sekolah. Merek jam tangan sampai sepatu ternama seperti Aigner maupun Piere Cardin, dengan harga jutaan rupiah, tidak jarang ditemui melekat sebagai aksesoris sejumlah kepala sekolah.
"Memang kalau dilihat dari gaya, mungkin rekan-rekan terlihat mentereng. Tapi dompet belum tentu berisi," kata salah satu kepala sekolah negeri suatu ketika.

Berita Terkait:
* Herry Pastikan Copot Kepala Sekolah
* Ulasan dan Komentar

--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

Saturday, July 12, 2008

Kekuatan Cinta Betania Eden

SumbeR: Tribun Timur, Makassar

Kick Andy Off Air di Universitas Hasanuddin, Makassar
http://www.tribun-timur.com/view.php?id=87553&jenis=Kota

Minggu, 13-07-2008 
Kekuatan Cinta Betania Eden
LELAKI cacat dengan kepala yang tak bisa ditumbuhi rambut, telinga tak ada, dan mata membelalak bak mau keluar, dan tubuh yang gosong, adakah wanita yang mau?
Kebanyakan wanita mungkin akan berpikir berjuta kali. Manusiawi. Setiap insan wanita mendambakan menikah dengan lelaki tampang.
Tapi tidak bagi Betania Eden. Wanita ini rela menikah dengan Dwi Krismawan yang memiliki rupa buruk akibat terbakar dalam kecelakaan pesawat yang digunakannya saat latihan terbang dan menabrak punggung gunung.
 
Hampir satu setengah jam, Dwi yang merupakan calon pilot dan instrukturnya itu harus berjuang melepaskan diri dari api yang membakar hampir sekujur tubuh mereka. Delapan jam setelah pesawatnya jatuh, tim penyelamat berhasil mengevakuasi Dwi dan seorang instrukturnya.
Peristiwa jatuhnya pesawat latih jenis FG-10 milik Sekolah Tinggi Penerbangan Curug itu terjadi pada 28 Januari 1997. Keduanya selamat. Tetapi, semua itu membawa dampak besar dalam kehidupan mereka selanjutnya. Lebih 50 persen tubuhnya gosong. Ia sempat tak bisa berbicara. Tangannya tak bisa digerakkan.
"Wajah saya harus dioperasi 25 kali supaya berbentuk lagi," ungkap Dwi saat tampil pada acara Kick Andy Off Air "Indahnya Berbagi" yang digelar di Baruga AP Pettarani, Kampus Universitas Hasanuddin, Tamalanrea, Jumat (11/7) sore.
Namun kasih Tuhan lagi-lagi menghampirinya. Di balik musibah itu ada kekuatan cinta luar biasa yang membuat Kris, calon pilot yang dulu tampan dengan masa depan cerah, harus berjuang bangkit dari kehancuran hidupnya karena cacat wajah permanen yang sungguh mengerikan.
Beberapa bulan sebelum peristiwa nahas itu, pemuda asal Jawa ini jatuh cinta pada seorang gadis Ambon, Bethania Eden, yang memikat hatinya. Sayang, orangtua Kris tidak merestui hubungan itu. "Hanya karena menurut primbon Jawa, saya dan Mas Kris tak cocok, saya dianggap membawa sial bagi putra mereka," ungkap Bethania, yang akrab dipanggil Ibeth.
Bahkan pada saat Ibeth hendak menjenguk sang kekasih yang terkapar di rumah sakit, orangtua Kris tetap melarang. "Dengan perasaan guncang dan sedih, saya berdoa: Tuhan, jika Engkau memberi kesempatan dia hidup, aku berjanji akan menemani dia seumur hidupku,'' ujar Ibeth yang kini dikarunia seorang anak.
Keajaiban terjadi. Kris yang oleh dokter sudah dinyatakan hanya mampu bertahan tiga hari itu berangsur pulih. Walaupun seluruh wajahnya rusak. Rambutnya tidak lagi bisa tumbuh, kedua daun telinga hancur, dan bentuk bibir dan hidungnya berantakan. Begitu juga jari-jari kedua tangannya pun lengket satu sama lain. Tulangnya bengkok.
Hampir dua tahun ia menderita kesakitan luar biasa selama dirawat di rumah sakit . Keluar dari rumah sakit, ia pun masih disingkirkan dari pergaulan. Hal itu sempat membuat Dwi beberapa kali ingin bunuh diri.
Untungnya, Dwi yang mengingat janjinya kepada Tuhan, akhirnya memilih setia merawat dan menemani Dwi di rumah sakit. Ibeth akhirnya juga memutuskan melamar Dwi untuk ia jadikan suami.
"Namun akibat pilihan saya menikahi Mas Dwi, keluarga dan banyak rekan-rekan saya yang mengatakan saya sudah gila. Tak waras. Ada yang bilang, kok mau-maunya sama pria yang buruk rupa dan tak bisa diharapkan mencari nafkah. Tapi saya sudah berjanji pada Tuhan, maka saya harus menepatinya," tutur wanita berkulit putih itu saat menemani suaminya di acara Kick Andy tersebut.
Sebuah kisah tentang kekuatan cinta, the power of love, yang sungguh mengharukan. Kisah Dwi dan Bethania mengungkap betapa dukungan kasih orang terdekat akan sangat memiliki pengaruh positif yang besar untuk menumbuhkan harapan dan perjuang hidup.
Sang kekasih yang selalu mendampinginya, tak putus-putusnya membisikan kata-kata yang membangkitkan semangat. Kata-kata inilah yang membuat Dwi mampu bertahan, dan melewati masa kritis.
Dwi pun kini makin percaya diri. Bahkan tak sungkan menjadi wajahnya yang buruk itu sebagai lelucon setiap kali hadir muka umum.(jum)

--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

Wednesday, July 9, 2008

Makassar Masa Depan dan Proyek Pelebaran Jalan Makassar-Parepare


Ini seri kedelapan mengenai "Makassar Masa Depan" yang diturunkan Tribun Timur secara bersambung.

Sumber: Tribun Timur, Makassar
http://www.tribun-timur.com/view.php?id=87102

Kamis, 10-07-2008 
Pelebaran Jalan, Makassar-Parepare Empat Jalur
Makassar Masa Depan (8)
 
Pelebaran jalan poros Makassar-Parepare yang sementara ditenderkan bakal memperlancar transportasi darat antarkota dalam provinsi, khususnya di wilayah utara.
Jika proyek ini rampung, jarak tempuh Makassar-Parepare menjadi singkat, hanya sekitar dua jam.
Ini penghematan waktu yang cukup lumayan dibanding jarak tempuh saat ini, yang bisa memakan waktu sekitar tiga hingga empat jam.
Tingkat kepadatan angkutan darat sangat rawan di titik Maros dan Pangkep.
 
Itu membuat jalur ini memperlambat laju kendaraan sehingga waktu tempuh makin banyak.
Kepala Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional Wilayah Sulawesi Nurdin Samaila, Selasa (8/7), memaparkan, proyek ini sementara ditenderkan.
Dari delapan paket pekerjaan, sudah tiga paket yang telah ditandatangani kontrak kerjanya dengan rekanan.
Delapan paket itu terdiri atas tujuh paket pelebaran jalan yang lebarnya hingga delapan meter dan satu paket pekerjaan jembatan.
Salah satu bagian dari paket ini adalah pelebaran jalan di jalan utama Makassar, Jl Perintis Kemerdekaan.
Pelebaran ini membuat jalan yang dulunya selebar enam-delapan meter kini menjadi 16 meter.
Pelebaran itu terlihat mulai dari depan Mal M'Tos, Tello, hingga ke Daya.
Saat ini, sepanjang jalan di kawasan Tamalanrea seperti depan kantor Dinas Kesehatan Pemprov Sulsel, Pondok Pesantren IMMIM, hingga ke Markas Batalyon Kavaleri X/Serbu, sedang dikebut.
Jumlah jembatan panjang di jalan poros Makassar-Parepare sebanyak 13 buah, dan puluhan jembatan pendek.
Proyek senilai Rp 800 miliar ini diagendakan dimulai bulan Agustus tahun ini.
Dan dijadwalkan rampung akhir tahun 2009 dengan estimasi waktu pekerjaan 18 bulan.
Pelebaran jalan ini dua item. Khusus Makassar-Maros lebarnya enam lajur dan dilengkapi median pemisah. Media pemisah ini bertujuan mengurangi kecelakaan lalu lintas.
Sedang dari Maros hingga Parepare, lebarnya ditingkatkan dari dua lajur menjadi empat lajur. Juga ditambah dengan median pemisah untuk mengurangi kecelekaan. Jaraknya mulai dari perbatasan Maros hingga terminal Kota Parepare.
Menurut Nurdin, dengan kondisi jalan yang belum diperlebar seperti sekarang ini sudah tidak menampung volume kendaraan. Di poros Maros-Parepare, dengan jalan yang hanya dua lajur tapi volume kendaraan roda empat dan dua sudah mencapai 20 ribu unit per hari.
Padahal, idealnya, kata mantan Wakil Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sulsel ini, dengan jalan dua lajur seperti kondisi saat ini maka volume kendaraan hanya tiga ribu hingga enam ribuan.
Olehnya, pelebaran jalan ini sangat diharapkan menambah kelancaran transportasi, mempercepat waktu tempuh, dan sekaligus meminimalisir kecelakaan lalu lintas.


--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

Calon Independen di Pilkada Makassar, Sinyal Buruk Bagi Partai Politik

Pilkada Makassar barangkali akan mencatat sejarah pilkada di Indonesia. Sampai dengan batas terakhir pendaftaran calon di KPU, 12 Juli 2008, sedikitnya tujuh pasangan calon berpeluang lolos sebagai calon.

Yang luar biasa, tiga di antaranya adalah pasangan calon independen. Ini fenomena baru munculnya calon independen dalam pilkada di Sulawesi Selatan kalaulah para calon dari jalur nonpartai itu akhirnya lolos.

Bila calon independen lolos sebagai calon resmi, tentu ini bakal menjadi sinyal buruk bagi partai politik yang menjual "pintunya" terlampau mahal: konon untuk calon wali kota tarifnya sampai Rp 5 miliar hanya untuk mendapatkan dukungan resmi.

Di bagian bawah laporan Tribun Timur, Makassar, ini ada pengakuan calon independen yang mengatakan, biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan hampir 40 ribu KTP sebagai syarat dukungan hanya sekitar Rp 500 juta. Jauh lebih murah dibandingkan harus melewati pintu partai politik.
 
Berikut laporan selengkapnya:

Sumber: Tribun Timur, Makassar
http://tribun-timur.com/view.php?id=86941&jenis=Front

Rabu, 09-07-2008
Calon Wali Kota Diprediksi 7 Pasang
Sudah Empat Pasang Calon yang Daftar, Tiga dari Independen; Kepastian Lolos Verifikasi Independen 12 Juli; Calon Tambah Dukungan KTP; IASmo, Halim-Jafar, dan idial Senang Banyak Calon
 
Makassar, Tribun - Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar yang bertarung di pemilihan umum (pemilu) wali kota, 29 Oktober mendatang, diperkirakan mencapai tujuh pasang kandidat, termasuk kandidat dari jalur perseorangan (independen).
 
Hal tersebut mengemuka dalam diskusi mingguan Tribun Timur yang menampilkan Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pendaftaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar, Pahir Halim, Selasa (8/7).
Selain Pahir, diskusi tersebut juga dihadiri kandidat pasangan dari jalur independen, Ilham Alim Bachrie- Herman Handoko.
Kandidat dari jalur yang diusung partai politik yang diperkirakan lolos adalah Halim Razak-Jafar Sodding (Halim-Jafar) yang diusung PKS dan koalisinya yang telah mendaftar 6 Juli lalu.
Kemudian Idris Manggabarani-Adil Patu (idial) yang diusung Partai Demokrat, PDK, dan Partai Patriot Pancasila, akan mendaftar, Kamis (10/7) besok, dan kandidat usungan koalisi Golkar, Ilham Arief Sirajuddin- Supomo Guntur (IASmo), yang akan mendaftar, Jumat (11/7).
Juga ada pasangan yang diusung PPP dan koalisinya, Ridwan Syahputra Musagani-Irwan A Paturusi yang akan mendaftar pada 12 Juli.
Sementara di jalur independen, selain Ilham-Handoko, dua pasangan calon lainnya yang juga sudah mendaftar adalah Iriyantosyah Kasim DM-Abdul Razak Djalle dan dan Firmansyah Mappasawang-Kasma F Amin yang sudah menambah 9.000 dukungan.
"Saya memang memperkirakan peserta Pilkada Makassar sekitar enam atau tujuh pasang. Ini menandakan demokrasi di Makassar sangat dijunjung," kata Ilham Alim Bachrie.

Tambahan Dukungan
Pahir mengatakan, KPU Makassar bukan dalam kapasitas menentukan berapa pasang calon yang akan bertarung di pemilihan wali kota Makassar.
"Kalau berdasarkan distribusi jumlah parpol, dan alokasi biaya kita mengasumsikan enam calon. Itu belum termasuk calon independen," katanya.
KPU memberikan kesempatan pada calon independen untuk memperbaiki jumlah dukungannya sebelum akhir masa pendaftaran, 12 Juli nanti.
"Pada prinsipnya, perbaikan dukungan hanya berlaku sekali. Bila masih juga tidak memenuhi syarat minimal, maka kita pasti batalkan," tegas Pahir.
Dia menjelaskan, selain KTP calon perseorangan juga bisa melampirkan paspor, kartu keluarga, dan keterangan domisili
Hingga saat ini, katanya, KPU Makassar sudah menerima pendaftaran dari empat pasang calon. Satu dari jalur parpol (Halim-Jafar ) dan tiga dari jalur independen yakni Ilham-Herman, Iriantosyah-Razak, dan Firmansyah - Kasmawati.
Meski empat pasang calon ini telah mendaftar, namun KPU makassar dan jajarannya juga masih melakukan verifikasi dukungan, baik ke parpol maupun bukti dukungan KTP.

Halim-Jafar
Secara terpisah, Halim Razak mengatakan, di tidak terlalu memikirkan jumlah calon yang akan maju di Pemilu Wali Kota Makassar.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo) ini justru menyambut baik karena masyarakat mempunyai pilihan yang juga banyak.
"Saya lihat semuanya mempunyai potensi meraih suara yang banyak. Kita harap dalam pilkada ini masyarakat betul-betul memilih pemimpin yang baik," katanya.
Halim optimistis memenangkan pemilihan mendatang. Pasangan Halim-Jafar mengklaim memiliki basis suara sekitar 100 ribu.
Optimisme keduanya ini diungkapkan pada acara dialog publik yang digelar Makassar FM di Kafe Rally, Jl Urip Sumohardjo, kemarin. Menurutnya, hasil Pemilu 2004 lalu sudah dapat dijadikan parameter.
Sedangkan Jafar mengungkapkan, hasil pemilu legislatif 2004 lalu, PKS mendulang sekitar 75 ribu suara di Makassar sekaligus mengantarkan lima kadernya di DPRD Makassar.
Sementara, Halim membeberkan data perolehan suara dirinya saat maju sebagai bakal calon senator di jalur perseorangan pada empat tahun lalu.
"Saat saya jadi bakal calon anggota DPD, saya berada diurutan kedelapan. Khusus di Makassar saya mendulang sekitar 30 ribu lebih," katanya.
Jika ditambah dengan suara PKS maka jumlahnya sudah berkisar 100 ribu. "Itu belum ditambah dengan pendukung dan komunitas lain, seperti keluarga dan teman-teman dari non-Muslim," kata Halim yang lebih banyak bersikap low-profile.


Optimisme IASmo
CEO Campaign IASmo, Farouk M Betta, mengaku senang dengan banyaknya pasangan calon mendaftar di KPU.
"Semakin banyak calon, maka peluang IASmo menang makin besar. Kalau banyak calon, artinya nilai plus luar biasa bagi Pak Ilham. Beliau dianggap sangat sukses membangun kran demokrasi di Makassar sehingga banyak muncul figur pemimpin," ujar Sekretaris DPD II Golkar Makassar ini.
Dari segi perekonomian, banyaknya calon juga menggerakkan ekonomi. "Banyak usaha percetakan mencari tenaga kerja karena banyaknya orderan cetakan. Ini tentu punya efek yang langsung mengurangi pengangguran," ujarnya.

Diuntungkan
Kesempatan untuk memperbaiki dukungan juga langsung dimanfaatkan Irianto-Razak. Keduanya telah menyerahkan tambahan 22 ribu dukungan, sedangkan Ilham -Herman menyetor 6.000-an dukungan tambahan, dan Firmansyah-Kasma sudah menyetor 10.126 KTP tambahan dari kekurangan sebanyak 4.666 KTP.
Bagi Irianto-Razak, lebih enteng berkompetisi di pemilihan langsung dengan jumlah kontestan yang lebih banyak.
Pasalnya, paket yang maju melalui jalur perseorangan lebih diuntungkan jika banyak kandidat ketimbang sedikit.
"Saya memprediksi kontestan pilkada antara enam sampai tujuh pasang. Empat dari partai politik dan tiga pasangan dari jalur perseorangan," kata mantan kapten PSM Makassar ini.
Dengan begitu, pertarungan lebih ringan karena target suara makin kecil. Lagi pula, sangat sulit mendulang suara mayoritas karena suara terbagi rata ke sejumlah kandidat.
Menurut Anto, sapaan akrabnya, dengan pemilihan langsung ini, figur yang memiliki basis massa yang riil lebih memiliki peluang memenangkan pertarungan. Basis massa modal utama, kedua barulah jualan program.
"Kita lihat lah di Bantaeng, figur yang diusung partai besar pada bertumbangan. Yang terpilih malah figur yang diusung partai kecil. Itu bukti kefiguran, basis massa, dan program yang dijual," kata mantan Kepala Dinas Prasarana Wilayah Provinsi Sulsel ini.
Sementara, bagi kandidat Wali Kota Makassar usungan koalisi PPP Ridwan Syahputra Musagani menganggap semua lawan berat.
Baik sedikit kontestan maupun banyak, sama-sama berat. Sebab, semua figur memiliki peluang menang. Semua figur memiliki strategi menang dan rasa optimisme.
"Ini pertarungan figur. Siapa yang dapat meraih simpati masyarakat maka ia yang berpeluang mendulang suara terbanyak. Soal hasil perhitungan suara yang harus dikawal dari semua level tingkatan, mulai dari TPS, kelurahan, dan kecamatan itu adalah faktor teknis," kata mantan Direktur Utama PDAM Kota Makassar ini.

Tunggu Konfirmasi
Pasangan Firmansyah-Kasma mengaku masih menunggu konfirmasi terakhir dari KPU Makassar. Sejak Mei hingga awal Juli lalu pihaknya sudah mengumpulkan sekitar 43.102 bukti dukungan.
Namun seteleh verifikasi faktual oleh KPU hingga ke level PPS, dukungannya dinyatakan hanya 34.640 KTP, artinya masih kurang 4.666 dari yang disyaratkan KPU Makassar, yakni 39.306 bukti atau (tiga persen dari jumlah penduduk).
"Pekan lalu kami memasukkan lagi tambahan sekitar 10.126," kata Firmansyah saat bersilaturahim ke redaksi tribun, tadi malam.
Firman yang juga Ketua Asosiasi Pelaksana Kostruksi Nasional (Aspeknas) Sulsel termuda itu juga mengatakan, bersama pasangannya, dia masih menunggu konfirmasi terakhir hasil verfikasi faktual bukti dukungannya, besok.
Pasangan berjuluk Fasmi ini berharap KPU dan jajarannya obyektif dalam melekukan verifikasi. Menurut Firman yang mengaku mengerjakan sejumlah proyek di Kalimantan Timur ini, bukti dukungan dan pernyataan dari KPU nantinya akan menjadi rujukan utama bagi timnya untuk melakukan kerja penggalangan dan konsolidasi tim.


Sumber: Tribun Timur, Makassar
http://tribun-timur.com/view.php?id=86940

Rabu, 09-07-2008
Hanya 500 Juta
Calon Independen
 
PERJALANAN Ilham Alim Bahrie dan Herman Handoko di Pilkada Makassar melalui jalur independen (perseorangan) penuh dengan liku, keringat, bahkan air mata.
"Saya bahkan saat bicara dengan anggota KPU sampai menitikkan air mata. Mungkin itu karena haru ya," kata Ilham saat menjadi narasumber pada diskusi rutin dua kali seminggu yang digelar Tribun di kantor redaksi, Selasa (8/7).
 
Alim menceritakan pengalamannya menjelang detik-detik terakhir pendaftaran ke KPU, Minggu (6/7) lalu.
Air mata pantas mengalir sebab Ilham sudah mengumpulkan salinan KTP sejak Januari lalu, saat KPU pusat dan DPR RI sudah mengisyaratkan akan mengakomodasi calon independen di pemilu daerah.
"Bayangkan, saya bahkan berkorban tidak mendaftar DPD lagi karena saya juga merasa bisa membuat warga Makassar ini sejahterah," kata mantan calon anggota DPD asal Sulsel pada pemilu persorangan 2004 lalu.
Ilham-Herman terbilang pendaftar pertama calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar.
Meski hingga awal pendaftaran, KPU menyatakan fotokopi KTP yang mereka kumpulkan 44.304 Juni lalu, hanya 36.132 buktu dukungan KTP yang memenuhi syarat. Artinya mereka membutuhkan tambahan 3.174 dukungan untuk bisa dinyatakan lolos.
"Karena sudah berusaha dan kami masih punya stok, kami masukkan lagi sekitar 5.000 KTP. Biarlah KPU dan aturan yang menentukan. Kami sudah berusaha."
"Media mungkin tak tahu atau tak mau tahu, kami inilah yang datang ke KPU pertama kali menyerahkan berkas," kata Ilham, pengusaha pariwisata, yang lebih senang disapa dukun politik.
Di saat Ilham bingung mencari pasangan, tiba-tiba Herman Handoko muncul.
"Tuhan khusus mengirimnya untuk saya," kata Ilham. Ia menambahkan, sebelumnya, ia nyaris putus asa karena semua tokoh yang ia tawarkan untuk menjadi calon wakil tidak ada yang menerima.
Ilham juga pernah menggaet sejumlah tokoh perempuan di Makassar untuk mendampinginya. Namun sekali lagi, ia bertepuk sebelah tangan.
Pada 9 Juni, ia diundang ke suatu pesta di Hotel Pantai Gapura Makassar. Salah seorang kerabatnya lalu memperkenalkannya pada Herman melalui telepon.
"Saya bilang pada Pak Herman, kalau serius kita ketemu sekarang atau besok," lanjutnya.
Ternyata pengusaha tersebut memang serius. Meski sudah tengah malam, ia mendatangi Ilham di Pantai Gapura. Mereka lalu sepakat untuk bersatu malam itu.
Singkat cerita mereka lalu sama-sama mengumpulkan surat dukungan. Herman menggarap suku Tionghoa sedangkan Ilham menggarap suku Makassar dan Bugis.
Dalam waktu singkat mereka berhasil mengumpulkan KTP, kartu keluarga (KK), atau surat dukungan lainnya sebanyak 44.304 buah.
Namun berdasarkan verifikasi PPS dan PPK, ada 8.170 lembar fotokopi KTP dari total 44.304 KTP dukungan Ilham-Herman yang tidak memenuhi syarat.
Jumlah dukungan yang memenuhi syarat sebanyak 36.132 lembar. Dengan demikian, Ilham-Herman masih membutuhkan tambahan 3.174 lembar KTP dukungan untuk memenuhi syarat dukungan minimal tiga persen.
"Kita sudah menambah KTP dukungan sekitar 5.000 sampai 6.000 KTP. Sebelum kami setor ke KPU, dukungan itu telah kami verifikasi sendiri sehingga kami yakin akan memenuhi syarat," kata Ilham yang diamini Herman.
Menurut Ilham dan Herman, sejak maju di independen ini, mereka hanya menghabiskan dana di bawah Rp 500 juta.
Dana sebanyak itu sudah termasuk biaa fotokopi, pembelian materai, dan ongkos lainnya.
"Tapi kalau dengar cerita temen-teman, atau yunior saya yang ada di jalur parpol, biaya yang saya keluarkan selama ini jauh lebih sedikit, dan resistensinya juga kurang," katanya seraya menyebutkan, untuk kepentingan audit dana kampanye yang disyaratkan KPU dan UU, istrinya, Elli Ilham, dan tim dari Herman, memiliki cash flow pembiayaannya selama ini.
Duit yang dikeluarkan Ilham-Herman memang bisa dibilang "sangat sedikit" bagi figur yang ingin bertarung di pilwali.
Sekadar perbandingan, seorang calon wali kota yang melalui jalur partai dimintai duit sebesar Rp 5 miliar oleh parpol yang mendukungnya!
Itu hanya untuk memperoleh dukungan partai. Belum termasuk biaya kampanye dan biaya-biaya lainnya.
Belum lagi, sejumlah parpol sudah menarik semacam "uang pendaftaran" bagi figur yang ingin meminta dukungan politiknya. Untuk Pilwali Makassar saja, parpol mematok harga Rp 20 juta hanya untuk mendaftar.
Cost Politics
Ilham enggan menyebut, asumsi jumlah uang yang dikeluarkan itu dengan uang politik. Dia lebih sreg dengan istilah cost politics.
Dia lalu mengumpamakan, cost politics itu adalah saat jalan ke daerah, kumpul-kumpul dengan teman, lalu membeli kue, rokok, atau apa saja yang mendukung perjalanan tersebut.
"Saya ini mantan manager campaign Golkar di era Orde Baru. Tahu berapa bagaimana membiayai kerja-kerja politik, di mana yang harus dikeluarkan biaya, dan bagaimana cara mengaturnya," kata Ilham yang 10 tahun menjadi anggota DPRD Makassar ini.
Suku Tionghoa
Herman merupakan satu-satunya suku Tionghoa yang maju di pilwali ini. Sebelumnya pengusaha dan anggota DPRD Makassar, Arwan Tjahyadi, juga akan maju namun belakangan mengundurkan diri. Bendahara PAN Sulsel, Heng Pao Tek, juga pernah berniat maju namun kini tidak terdengar lagi kabarnya.
Kedua warga Makassar ini memasang baliho mereka di mana-mana.
Karena satu-satunya suku Tionghoa yang maju, Herman yakin akan didukung oleh sukunya.
"Saya pernah mengirim 40 ribu SMS kepada mereka untuk meminta pendapat mereka. Sebanyak 90 persen dari mereka membalas SMS saya dengan memberikan persetujuan," ujarnya.
Berdasarkan hitungannya, suku Tionghoa yang mempunyai hak pilih di Makassar sekitar 40 ribu orang.
"Saya ingin melihat perubahan dan menghilangkan batas antara suku," katanya.


--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

Tuesday, July 8, 2008

Apartemen Bersubsidi di Makassar

BEBERAPA rencana pembangunan apartemen di Makassar. Inilah salah satunya.


Sumber: Portal Tribun Timur, Makassar, www.tribun-timur.com

Selasa, 08-07-2008 | 17:53:46 
Ilham : Apartemen Kurangi Macet di Perkotaan
Laporan: Muhammad Taufik. taufiq75@yahoo.com
 
Makassar,Tribun - Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin menegaskan bila warga Makassar sudah banyak menghuni apartemen atau hunian vertikal maka arus kemacetan di dalam kota di kurangi.
 
"Itu karena, volume kendaraan yang masuk dalam kota bisa berkurang. Karena bila penduduk yang selama ini berdomisili di berbagai perumahan luar kota rata-rata bisa masuk dan tinggal di apartemen yang kita sediakan maka mereka bila lebih dekat ke tempat aktivitasnya yang rata-rata di dalam kota Makassar,"kata Ilham di sela-sela penandatanganan MoU Pembangunan Apartemen Sederhana Bersubsidi, di Imperial Aryaduta Hotel Makassar, Selasa (8/7).

Selain itu, lanjut Ilham, penghuni Apartemen Bersubdisi yang rata-rata dari masyarakat kelas menegah kebawah bisa memiliki rumah di wilayah perkotaaan dan ikut andil dalam menyukseskan program hemat BBM yang dicanangkan pemerintah.

Direktur Pemasaran Perum Perumnas Sumapua, Teddy Robinson Siahaan menyatakan, Petum Perumnas berencana akan membangun apartemen bersubsidi di Makassar. Tepatnya di wilayah Todopulli Raya (Ex Pasar Cakar Todopuli) sebanyak empat Town Blok, 20 lantai, dimana satu tower terdiri dari 320 unit dengan total investasi sebesar Rp 120 miliar. (*)

--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

Kalla Tower dan Properti Kalla di Makassar

Kalla Tower sedang dibangun di jatung Kota Makassar, Jl Ratulangi. Bila di "Disneyland Ala Makassar" Kalla Group berpatungan dengan Para Group milik Chairul Tandjung, maka di proyek Kalla Tower, perusahaan Wapres Jusuf Kalla itu "bermain" sendiri.

Bagi Kalla Group, ini gedung jangkung kedua di Makassar setelah Hotel Sahid Makassar. Di hotel bintang empat itu, Kalla Group berpatungan dengan Sahid Group, jaringan perhotelan nasional yang bermarkas di Jakarta.

Properti lain milik Kalla Group di Makassar adalah Mal Ratu Indah. Letaknya persis bersebelahan dengan Hotel Sahid Makassar di Jl Ratulangi.


Sumber: Tribun Timur, Makassar
http://www.tribun-timur.com/view.php?id=86773

Selasa, 08-07-2008 
April 2009, Kalla Tower Berdiri Megah
Makassar Masa Depan
 
Sebidang lahan yang setahun lalu masih kosong itu kini sudah ada yang menempati.
Sebuah konstruksi bangunan jangkung, menyembul di antara bangunan-bangunan di kanan kiri. Bangunan tersebut adalah Kalla Tower.
 
Pembangunan gedung milik Hadji Kalla Goup itu dimulai pada 2 Agustus 2007 lalu.
Dalam jadwal, proyek tersebut dikerjakan selama kurang lebih 18 bulan. Dengan demikian rencananya Kalla Tower selesai pada bulan April 2009 mendatang.
"Kami sudah memasuki tahapan pengecoran pada lantai tujuh. Tidak membutuhkan waktu lama sampai pengecoran lantai ke-15. Mungkin finishing-nya yang agak lama," ujar Corporate Secretary and Public Relation Hadji Kalla Group, Sudirman AR, di Makassar, Senin (7/7).
Kalla Tower akan berlokasi di Jl Dr Ratulangi No 8-10, Makassar. Menara ini bakal berdiri di atas lahan seluas 5.363 meter persegi, terdiri dari 15 lantai, dan dengan total ketinggian mencapai sekitar 70 meter. Luas total penggabungan seluruh lantai mencapai 27.808 meter persegi lebih.
"Ini supaya grup kami terintegrasi. Selama ini, anak-anak perusahaan memiliki kantor yang terpisah. Ada juga space yang akan disewakan untuk perkantoran. Tower itu akan juga menjadi gedung serbaguna karena berbagai fasilitas kami bangun di sana," kata Direktur Utama Hadji Kalla Group, Fatimah Kalla.
Fatimah mengatakan, investasi untuk pembangunan gedung ini sebesar Rp 150 miliar lebih.
Investasi sebesar itu belum termasuk harga tanah yang bakal ditempati. Tower ini dimiliki oleh salah satu anak perusahaan Grup Kalla, PT Haka Sarana Investama.
Selain sebagai kantor pusat Hadji Kalla Group, Kalla Tower juga akan disewakan sebagai perkantoran bagi perusahaan lain.
Selain itu, juga dibangun berbagai fasilitas untuk mendukung fungsi utamanya.
Berbagai fasilitas di dalamnya adalah ruang untuk ritel, ruang serbaguna, ruang pamer (showroom) PT Hadji Kalla, executive lounge, pusat kebugaran, restoran, kafe, amphitheater yang juga bisa berfungsi sebagai ruang serbaguna, dan ruang parkir yang luas untuk 200 mobil dan 200 sepeda motor.
"Dalam desai kami, tower ini akan dibuat senyaman mungkin. Bukan saja bagi grup kami yang akan berkantor di situ, tetapi juga bagi pengguna lainnya," kata Sudirman.
Konsultan pembangunan adalah Baskoro Tedjo in association dengan Hema Cipta Kreastika dan CV Wahana Nusantara.
Kalla Tower merupakan gedung jangkung ke sekian yang akan berdiri di Makassar.
Sebelumnya, Bosowa Corporation juga merilis rencana untuk membangun Bosowa Tower dengan 18 lantai.
Bosowa Tower berlokasi di Jl Jenderal Sudirman berhadapan dengan Lapangan Karebosi.

--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

Friday, July 4, 2008

Proyek-proyek Masa Depan Kota Makassar

 
Dikutip dari:
 
 
Friday, July 4, 2008

Jalan Tol dan Proyek-proyek Makassar Masa Depan

Sejak edisi 3 Juli 2008, koran Tribun Timur, Makassar, edisi cetak (print edition),  menerbitkan serial tulisan  dengan tema "Makassar Masa Depan".

Tulisan ini bermaksud mengevaluasi proggres sejumlah proyek strategis yang akan mengubah wajah Makassar seperti  proyek jalan tol Ir Sutami yang menghubungkan Pelabuhan Makassar dan Bandara Hasanuddin,  proyek revitalisasi Lapangan Karebosi, Bandara Hasanuddin yang baru (yang diusulkan menjadi Bandara Sultan Hasanuddin), Menara Bosowa (menara tertinggi di Makassar), Kalla Tower punya Wapres Jusuf Kalla, dan disneyland ala Makassar milik Para Group di Tanjung Bunga.

Proyek lainnya yang tidak kalah strategis adalah pelebaran Jl Perintis Kemerdekaan, yang menjadi cikal bakal jalur busway di kota terbesar di Indonesia timur ini.

Juga ada proyek flyover Urip Sumohardjo. Proyek yang sedang dirampungkan ini akan menjadi jalan layang pertama di Indonesia timur.

Proyek-proyek besar dan strategis tersebut dijadwalkan rampung tahun ini. Maka, bila berkunjung tahun depan ke Makassar, Anda akan melihat Makassar yang benar-benar baru: Makassar metropolitan.


Sumber: Tribun Timur, Makassar
http://www.tribun-timur.com/view.php?id=85970&jenis=Front

Kamis, 03-07-2008 
Tol Seksi IV Sudah 90 Persen, Beroperasi Agustus
Makassar Masa Depan
 
Manajemen PT Jalan Tol Seksi IV (JTSE) menargetkan pengerjaan proyek jalan tol Sutami akan selesai Agustus mendatang.
"Saat ini progress (perkembangan) proyek telah mencapai 90 persen," ungkap Dirut JTSE Aslam Katutu di Makassar, Selasa (2/7).
Untuk open operasi, tambahnya, target kemajuannya 95 persen, sedangkan sisanya lima persen adalah pekerjaan penggantian jembatan Tallo lama.
 
Pembangunan jembatan Tallo lama rencananya dibangun paralel dengan pengoperasion jalan tol.
"Kita optimistis proyek ini diharapkan pengoperasian Agustus," ujarnya.
Pemantauan Tribun kemarin, tol berkonstruksi beton itu "telah berbentuk" layaknya sebuah jalan tol.
Mayoritas panjang ruas telah bisa digunakan. Infrastruktur penerangan telah dipasang dan penghijauan dengan pohon palm juga telah ditanam.
JTSE Makassar merupakan satu-satunya proyek jalan tol yang ditawarkan dalam Infrastructure Summit I 2005 yang berhasil direalisasikan.
Tol Sutami akan menghubungkan pusat Kota Makassar, pelabuhan ke Bandara Hasanuddin.
Jika tol tersebut selesai, waktu tempuh dari kota ke bandara kurang lebih hanya sembilan menit.
Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin di kesempatan terpisah juga optimistis proyek JTSE akan memacu pertumbuhan aktivitas perdagangan.
"Dampak langsung tentunya pada aktivitas ekonomi, arus manusia, dan distribusi barang maupun komoditi akan semakin lancar," katanya.
JTSE merupakan salah satu infrastruktur di Makassar yang tengah dipacu pengerjaannya saat ini selain BandaraHasanuddin maupun pelebaran jalan poros Perintis Kemerdekaan.
Wilayah Tamalanrea-Biringkanaya juga akan menjadi kawasan pertumbuhan baru yang prospektif.
CEO Bosowa Corporation Erwin Aksa juga berharap tol itu juga akan memperkuat posisi Makassar sebagai kota transit menuju wilayah Indonesia timur. "Pariwisata juga akan tumbuh," katanya.
Pembangunan Jalan Tol Seksi IV dicanangkan menjelang akhir 2005. Tol Sutami itu panjangnya 11,57 km dengan lebar 50 meter.
Perampungan jalan tol ini semula dijadwalkan selesai 1,5 tahun atau Mei 2008.
Pada awal pembangunan proyek telah menelan investasi senilai Rp 440 miliar.
Pemasangan tiang pancang pembangunan jembatan tol saat itu diresmikan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto.
Jalan tol ini akan dilengkapi empat gerbang tol, 21 gardu tol, dan lima jembatan penyeberangan.
Bosowa akan mendapat masa konsesi penggunaan jalan tol selama 35 tahun dengan tarif awal yang disetujui sebesar Rp 400 per kilometer.


--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com