Thursday, September 18, 2008

Syahrul Siap Ambil PSM

Sumber: Tribun Timur, Makassar
Rabu, 17-09-2008 
Syahrul Siap Ambil PSM
Usai Kerusuhan Suporter Saat Pertandingan Lawan Persela di Mattoanging; Nasib PSM Ditentukan BLI Hari Ini; Lokasi Pertandingan PSM vs PSMS Belum Jelas; Pengurus YOSS Sesalkan Pengrusakan Stadion
 
Makassar, Tribun - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo menegaskan, siap mengambil alih manajemen PSM Makassar jika dibutuhkan.
"Kalau saya disuruh untuk menangani PSM, akan saya jalani," kata Syahrul di Gubernuran, Makassar, sebelum bertolak ke Wajo, Selasa (16/9).
 
Syahrul dimintai tanggapannya terkait dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel terahdap PSM dan insiden kerusuhan suporter di Stadion Mattoanging, Andi Mattalatta, saat menjamu Persela Lamongan, Senin (15/9).
Kerusuhan pecah saat PSM ketinggal 1-3 dari tim tamu. Ribuan penonton dari tribun terbuka menyerbu masuk ke lapangan dan melempar setelah membobol pagar.
Akibat kerusuhan tersebut, sejumlah fasilitas di dalam stadion rusak, termasuk gawang di sisi selatan yang dibakar. Suporter juga bentrok dengan polisi dan sejumlah panitia pelaksana pertandingan.
Badan Liga Indonesia (BLI) akan membahas sanksi yang akan diberikan kepada tim Ayam Jantan dari Timur itu setelah insiden tersebut.
Direktur BLI, Djoko Driyono, mengatakan pihaknya sudah menerimalaporan dari pengawas pertandingan soal kerusuhan tersebut.
"Besok (hari ini), BLI akan menggelar sidang komisi disiplin terkait peristiwa itu. Kami belum mengundang pihak PSM untuk menjelaskan duduk perkaranya," katanya.
PSM terancam terkena sanksi pertandingan partai usiran saat menjadi tuan rumah dan denda uang minimal Rp 150 juta.
Sementara pengurus Yayasan Olahraga Sulsel (YOSS) menyesalkan insiden di Mattoanging, apalagi berujung pada pengrusakan fasilitas stadion.
Ketua Umum YOSS, Andi Ilhamsyah Mattalatta, mengatakan, manajemen PSM dan panitia pelaksanakan pertandingan belum melaporkan kejadian tersebut kepada pihaknya, apalagi meminta maaf.
Hingga tadi malam, pesan pendek (SMS) yang mengomentari insiden kerusuhan di Mattoanging masih terus masuk ke pusat SMS Tribun.


Harus Efisien
Syahrul meminta komitmen semua pihak untuk membantu memenangkan tim kebanggaan rakyat Sulsel itu.b Mantan Bupati Gowa dua periode dan mantan Wakil Gubernur Sulsel ini menganggap kekalahan PSM di pertandingan Senin malam hanya karena PSM tidak lucky (beruntung). Menurutnya, banyak hal yang harus diperhatikan dalam manajemen PSM Makassar. Di antaranya adalah matriks program, pembinaan, sumber daya manusia, ofisial, pemain, serta dukungan dana yang harus efisien.
Selain itu, dukungan dari publik, termasuk para suporter, sangat berperan dalam membangun tim ini.
Syahrul tidak mengomentari apa yang harus dilakukan oleh manajemen PSM ke depan agar bisa menjadi juara.
"Pemprov siap membantu PSM. Bentuk bantuan itu tidak selamanya harus dalam bentuk budget, tapi juga bisa dalam bentuk lain misalnya manajemen dan sebagainya," ujar Syahrul.
Soal kerusuhan yang terjadi, menurut Syahrul, hal itu terjadi karena fanatisme para suporter yang tidak terkendali.
Sebelumnya, pengurus PSM bertemu dengan Syahrul membahas krisis dana yang sedang melanda tim ini (lihat, Loyo karena Gajian Telat).

Setuju
Dikonfirmasi terpisah, Manajer PSM, M Ishlah Idrus, pihaknya mengaku terkejut dengan komentar gubernur yang bersedia menangani PSM bila diminta.
Dia menyebut pernyataan Syahrul itu sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah kepada PSM. "Ini adalah ajakan positif. Tapi apakah PSM akan menjadi milik pemprov, saya belum bisa menjelaskan karena status saya hanya pengelola," kata Islah.
Namun, niat baik Syahrul tersebut juga harus dibahas bersama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar sebagai pemilik klub.
"Bila saja PSM jadi dikelola oleh gubernur, maka akan muncul pertanyaan dari klub-klub daerah lain seperti Gaspa Palopo, Persim Maros, Persigowa, dan sebagainya," tambah dosen Politeknik Negeri Ujungpandang ini.
Ada Sanksi
Sementara Djoko mengatakan, soal sanksi apa yang akan dijatuhkan, pihaknya saya belum bisa memberi gambaran. "Saya takut mendahului. Intinya akan ada sanksi tak terkecuali untuk suporter," ujarnya.
Tidak ada korban dalam kerusuhan di Mattoanging. Polisi hanya mengamankan dua orang yang diduga provokator namun belum ada penjelasan kedua orang tersebut.
Sedangkan manajemen PSM menilai, kemungkinan besar PSM tidak akan terkena denda, namun panitia pertandingan yang terkena hukuman tersbut.

Menurut Islah, pengelola PSM sudah menerima surat dari BLI yang dikirim melalui faksimili namun isinya bukan terkait dengan kerusuhan suporter. "Kami hanya diberitahu kalau pemain kami, Oudja Lantame Sakibou, terkena akumulasi saat melawan PSMS Medan, 20 September nanti," jelas Islah.
Dia berharap, sanksi yang diberikan dieksekusi pada saat pertandingan setelah PSM menghadapai PSMS. "Kita khawatir karena panitia sudah mencetak tiket untuk pertandingan tersebut," katanya.
Sebelumnya, PSM juga pernah mendapat sanksi teguran dari BLI pada kompetisi musim lalu. PSM pernah mendapat sanksi bertanding tanpa penonton di Ligina XII saat menghadapi PKT Bontang.
YOSS
Ilhamsyah menilai, pengrusakan stadion adalah tindakan yang sangat memalukan. Bila suporter tidak puasa dengan tim dan manajemen PSM, mereka tidak harus merusak stadion.
"Saya hanya sekadar mengingatkan, Mattoanging merupakan satu dari lima stadion yang terpilih
oleh sebagai tempat penyelenggaran Liga Super Indonesia. Butuh proses yang amat panjang sehingga kita mendapat kepercayaan dari BLI. Kepercayaan itu malah dirusak oleh orang yang tidak bertanggung jawab hanya dalam sekejap," tegas putra mendiang pendiri YOSS Mayjen (Purn) Andi Mattalatta.
Ilham juga menyayangkan panitia pelaksana dan manajemen PSM tidak tanggap terhadap peristiwa itu. Pihak YOSS belum menghitung nilai kerugian akibat kerusakan tersebut.
Namun pihaknya akan bertemu dengan manajemen, hari ini, untuk membahas soal ganti rugi dan perbaikan stadion.

Aksi keributan dimulai dari suporter yang berada di tribun terbuka sebelah timur. Mereka yang kecewa karena kepemimpinan wasit Olehadi langsung membobol pagar pembatas.
Tak lama kemudian, terjadi pelemparan pakai batu atau benda-benda keras ke arah pemain Persela di lapangan. Pagar pembatas dan tembok pembatas pun jebol.
Setelah itu, suporter yang di tribun terbuka sebelah utara ikut mengamuk. Untuk masuk ke lapangan, mereka merusak paksa pagar pembatas dan tembok sambil terus melempar ke tengah lapangan.
Untuk menghindari sasaran lemparan, pemain Persela yang di lapangan maupun di bench langsung ngacir menyelamatkan diri masuk ke dalam stadion.
Aksi brutal suporter ini mendapat perlawanan sengit dari polisi maupun steward (petugas keamanan panpel) yang menggunakan rompi warna oranye. Mereka membalas melempari suporter dengan batu atau benda-benda keras lainnya secara bertubi-tubi.
Sambil melempar, beberapa petugas dan steward bertahan di tengah lapangan. Kemudian, mereka melempar lagi meski berkali-kali ada imbauan pakai pengeras suara untuk menghentikan aksi baku lempar.
Menurut seorang pentolan suporter PSM, mereka kesal karena beberapa polisi yang menjaga di tribun terbuka timur mengeluarkan sangkur dan mengarahkan ke arah suporter. Selain itu, steward juga terlalu berlebihan dalam mengawasi keamanan penonton.
Aksi saling lempar ini berlangsung sekitar beberapa menit. Di tribun terbuka suporter juga membakar koran- koran. Mereka juga membakar jala gawang di bagian selatan.
Dalam insiden ini, suporter sempat membopong dua orang yang pingsan karena terkena lemparan. Petugas dan steward juga menangkap dan memukuli dua orang yang diduga sebagai provokator.
Beruntung, kerusuhan tidak berlanjut di luar stadion. Saat keluar stadion, mereka tetap tertib melakukan konvoi menggunakan sepeda motor.
Rombongan pemain Persela juga melaju aman menuju ke penginapan mereka di Hotel Singgasana di Jl Kajolalido. Sebelumnya, pemain Persela sempat khawatir akan keselamatan mereka.
Pelatih Persela, M Basri, juga berasal dari Makassar beberapa kali menenangkan anak asuhnya. Basri juga tidak tampak tegang.
Beredar kabar, beberapa keluarga dan kerabat pria asal Takalar ini pun sempat datang ke stadion dengan maksud "menyelamatkan" Basri.
"Malah ada keluarga yang meminta agar Pak Basri dan pemain Persela dibawa ke Takalar agar mereka aman. Tapi Pak Basri menolak dan Alhamdulillah, beliau bersama pemain Persela juga tidak diganggu saat sudah berada di luar stadion," kata kerabat mantan pemain dan pelatih PSM tersebut.

Tribun Timur, Selalu yang Pertama

Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com

Hotline SMS untuk berlangganan koran Tribun
Timur, Makassar (edisi cetak) : 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555) (rex/ifa/apr)
 

--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

Sanksi Keras untuk PSM Makassar

Sumber: Tribun Timur, Makassar
Kamis, 18-09-2008 
Suporter Dilarang Pakai Atribut PSM
Sanksi Komdis PSSI Terkait Rusuh Suporter Saat Lawan Persela; Juga Tanpa Penonton Lawan PSMS dan Sriwijaya di Mattoanging; Manajemen PSM Akan Banding; Hari Ini Bertemu Syahrul Bahas Bantuan Dana; Tiba di Makassar, PSMS Disambut Warga Medan
 
Makassar, Tribun - Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi kepada PSM Makassar, Rabu (17/9) malam, menyusul kerusuhan suporter yang terjadi saat melawan Persela Lamongan, Senin (15/9) malam, di Stadion Mattoanging Andi Mattalatta, Makassar.
Sanksi yang dijatuhkan adalah dua pertandingan kandang tanpa penonton di Stadion Mattoanging, denda Rp 20 juta, kewajiban memperbaiki fasilitas stadion yang rusak, dan suporter atau pendukung tidak boleh masuk stadion dengan mengenakan atribut PSM, termasuk warna merah, selama satu tahun.
 
"Sanksi tanpa penonton langsung dikenakan PSM saat malawan PSMS Medan, Sabtu (20/9), dan melawan Sriwijaya FC Palembang, Jumat (26/9). Sanski berlaku sejak diputuskan sidang hari ini (tadi malam)," kata Ketua Komdis PSSI, Hinca Pandjaitan, saat dihubungi Tribun, tadi malam.
Manajemen PSM menyatakan akan banding atas keputusan komdis tersebut. Manajer PSM, Ishlah Idrus, mengatakan usulan banding akan dibahas bersama dengan pengurus PSM.
"Kalau bisa, pertandingan tanpa penontom cukup untuk satu pertandingan saja (melawan PSMS). Sementara untuk pertandingan melawan Sriwijaya sudah bisa disaksikan penonton," katanya.
Pertandingan tuan rumah PSM melawan Persela berakhir dengan kekalahan PSM, 1-3. Kekalahan tersebut menyulut emosi penonton yang menjebol pagar dan tembok pembatas, lalu terlibat perang batu dengan polisi dan panitia pertandingan. Sebagian penonton juga membakar jala stadion.

Wewenang Komdis
Sanksi komdis diputuskan setelah melakukan sidang bersama Badan Liga Indonesia (BLI) serta dengan memperhatikan laporan dari pengawas pertandingan (PP) serta wasit yang memimpin laga PSM melawan Persela.
Direktur BLI, Djoko Driyono, yang dihubungi terpisah, mengatakan, pihaknya hanya sebatas memberi laporan kepada komdis terkait situasi yang terjadi saat itu.
"Jadi eksekusinya ada di tangan komdis. Makanya, kami minta Pak Hinca yang berbicara karena dia yang berwenang dengan masalah ini," katanya.
Putusan komdis tersebut langsung dikirim kepada manajemen PSM melalui faksimili, tadi malam. Manajemen pun langsung membahas isi putusan tersebut.
Pelajaran Berharga
Langkah banding akan ditempuh untuk meringankan sanksi agar PSM hanya dihukum sekali tanpa penonton.
Manajemen mengaku keberatan tanpa penonton dua kali karena untuk saat ini tidak ada lagi andalan manajemen PSM untuk menambah pemasukan keuangan kecuali dari hasil penjualan tiket."Tahu sendiri lah sekarang kondisi keuangan makin seret. Apalagi dengan adanya sanksi ini," ujar Ishlah.
Sementara pelatih PSM, Raja Isa bin Raja, berharap agar hukuman ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pendukung PSM agar lebih dewasa menghadapi situasi yang bisa memicu kericuhan yang bisa merugikan tim sendiri.
"Saya masih bersyukur kepada Allah SWT karena masih bisa bermain di kandang sendiri. Ini keuntungan tersendiri bagi PSM walaupun tanpa penonton. Marilah kita bersama-sama mengambil hikmah yang baik dari kejadian ini," ujar Raja.

PSMS Tiba
Tim PSMS Medan tiba di Makassar, kemarin. Membawa 19 pemain, tim asuhan Erick William ini menginap di Hotel Maricaya.
Di Makassar, tim kebanggan masyarakat Sumatera Utara (Sumut) ini disambut oleh warga Sumut yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Medan dan Sekitarnya (IKMS) yang diketuai Hasbi Hasibuan.
Eric yang berasal dari Australi mengaku terharu dengan penyambutan warga Medan tersebut. Dia bersama pemain dan ofisial tim mengikuti buka puasa bersama yang dilaksanakan IKMS, usai latihan, kemarin.
Eric mengatakan, timnya siap menghadapi PSM Makassar, baik dengan penonton maupun tanpa penonton.
"Bagi kami, PSM adalah tim besar dan punya kualitas. Jadi kami tidak bisa lengah, meski pun nanti pertandingan digelar tanpa penonton," tegas Eric.

Bertemu Syahrul
Dalam perkembangan lain, manajemen PSM mengagendakan akan bertemu dengan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, hari ini. Pertemuan untuk membicarakan masalah pendanaan PSM yang kini sedang seret.
"Kami akan bertemu dengan Bapak Gubernur di kantor gubernur. Pembicaraannya soal masalah bantuan dari pemprov yang kini sangat dibutuhkan PSM," ujar Ishlah.

Sebelumnya, Syahrul menyatakan akan membantu PSM bahkan siap untuk mengambil alih PSM bila memang itu diminta.
Bahkan, pemprov dikabarkan akan mencairkan bantuan dana sebesar Rp 2 miliar untuk membantu PSM di kompetisi musim sekarang.
Menanggapi hal ini, Ishlah menyatakan mendukung apa yang menjadi rencana orang nomor satu di Sulawesi Selatan ini.
"Kami mendukung keinginan Pak Gubernur. Ini langkah maju dari beliau dan membuktikan bahwa PSM itu bukan hanya milik warga Makassar tetapi juga milik seluruh warga Sulsel," ujar Ishlah.

Tribun Timur, Selalu yang Pertama

Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com

Hotline SMS untuk berlangganan koran Tribun
Timur, Makassar (edisi cetak) : 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555) (mel/cen)
 


--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

Wednesday, September 10, 2008

DPRD Minta Rp 30 Miliar untuk Pendidikan Gratis

Sumber: tribun-timur.com
Rabu, 10-09-2008 | 19:45:43 
DPRD Minta Rp 30 Miliar untuk Pendidikan Gratis
Laporan: Furqon Majid. berita_majid@yahoo.com
 
Makassar, Tribun - DPRD Kota Makassar menilai anggaran yang disediakan oleh Pemerintah Kota Makassar untuk program pendidikan gratis terlampau sedikit. Anggota dewan mengusulkan agar pemerintah kota memperbesar alokasi hingga mencapai Rp 30 miliar.
 
Wakil Ketua Komisi D DPRD Makassar (bidang pendidikan), Samsu Niang, mengatakan, dana itu rencananya digunakan sebagai dana pendamping dari dana hibah yang diberikan pemerintah provinsi dalam program pendidikan gratis Sulawesi Selatan sebesar Rp 23 miliar.

Sebelumnya, kata Syamsu Niang, seluruh pemerintah kabupaten/kota sudah sepakat tentang sharing pendanaan dengan pemerintah provinsi dalam program pendidikan gratis, yaitu pemerintah kabupaten/kota 40 persen dan pemerintah provinsi 40 persen.

"Kalau memang pemkot Makassar komitmen melaksanakan pendidikan gratis, maka tentu pos anggaran menyukseskan wajib belajar sembilan tahun akan disiapkan dana yang besar," katanya diruang kerjanya, kemarin.

Tahun ini, Pemerintah Kota Makassar hanya mengalokasikan Rp 20 miliar untuk pembiayaan 40 sekolah gratis. Dana itu bukanlah dana pendampingan seperti diusulkan anggota DPRD karena sebelumnya pemerintah kota telah memiliki program sekolah gratis.(*)


--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

Tuesday, September 2, 2008

Lowongan CPNS Guru di Makassar

Makassar News

Sumber: Tribun Timur, Makassar
Selasa, 02-09-2008
CPNS Guru SD Prioritas Diterima
SD di Makassar Kekurangan 700 Guru

Makassar, Tribun - Tahun ini Makassar kekurangan 700 orang guru. Untuk memperkecil jumlah kekurangan, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Makassar memprioritaskan penerimaan guru sekolah dasar (SD) dalam rekrutment calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2008.
Kepala BKD Kota Makassar, Sittiara, mengatakan, dari 153 orang kuota CPNS 2008 untuk formasi guru, sebagian besar yang akan diterima adalah guru kelas SD.

"Penerimaan akan didominasi guru kelas untuk SD," kata Sittiara di Balai Kota Makassar, Senin (1/9). Setiap tahun, sebanyak 500 orang guru pensiun. Belum termasuk mereka yang mutasi ke daerah lain atau yang meninggal dunia.
Karena itu, setiap tahun Makassar kekurangan guru semakin banyak. Tahun 2006 Makassar kekurangan 600 guru. Tahun ini meningkatmenjadi 700 orang.
Sittiara memperkirakan, seleksi CPNS formasi umum akan dilaksanakan bulan Desember mendatang.
BKD Makassar sudah mengajukan usulan turunan formasi CPNS. Usulan itu diharapkan segera mendapatkan persetujuan menteri negara pendayagunaan aparatur negara.
Setelah mennag PAN menurunkan persetujuan prinsip disertai waktu penerimaannya (pendaftaran dan seleksi), BKD Makassar segera bersiapmelaksanakannya. Tanggal mulai terangkat (TMT) bagi CPNS umum adalah 1 Januari 2009.

302 untuk Honorer

TAHUN ini, secara keseluruhan Makassar mendapatkan kuota penerimaan CPNS 624 orang. Sebanyak 302 jatah untuk CPNS honorer.
Sedangkan untuk penerimaan umum sebanyak 322 orang, terdiri dari guru 153 orang, tenaga kesehatan 124 orang, dang tenaga teknis 45 orang.
Kuota untuk CPNS honorer tahun ini menurun dibanding formasi tahun 2008. Tahun lalu penerimaan CPNS honorer sebanyak 515.
Tetapi kuota penerimaan pelamar umum meningkat 10 kali lipat lebih dari 31 tahun lalu menjadi 322 tahun ini.

Wakapolda Sulsel yang Baru, Brigjen Polisi Wisnu Amat Sastro

Sumber: tribun-timur.com
Selasa, 02-09-2008 | 14:51:43
Sisno Adiwinoto Pimpin Sertijab Waka Polda Sulsel
Laporan: Jumadi Mappanganro. jum_tribun@yahoo.com

Makassar, Tribun - Jabatan Wakil Kepala (Waka) Polda Sulawesi Selatan dari Brigadir Jenderal Polisi Surya Iskandar kepada Brigjen Polisi Wisnu Amat Sastro saat ini sedang diserahterimakan, Selasa (2/9) siang.

Serah terima jabatan (Sertijab) tersebut dipimpin langsung Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan Inspektur Jenderal Polisi Sisno Adiwinoto.

Sertijab berlangsung di Aula Ruang Rapat Utama (Rupatama) Markas Polda Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan Km 16, Makassar. Dihadiri para kapolwil, kapolres, dan perwira menengah se-jajaran Polda Sulsel dan Sulbar.

Surya Iskandar selanjutnya akan menjabat Kapolda Nusa Tenggara Barat. Sedangkan Wisnu, sebelum menjabat Waka Polda Sulselbar, ia bertugas di Akademi Kepolisian Mabes Polri.

Sertijab tersebut sedianya digelar Agustus lalu. Telegram rahasia (TR) yang menginformasikan adanya mutasi kedua perwira tinggi tersebut dikeluarkan Mabes Polri sejak awal Agustus lalu. (*)

Monday, September 1, 2008

ulasan phri makassar

Sumber: Tribun Timur, Makassar
Selasa, 02-09-2008
Periode Rush
ulasan phri makassar

SETIAP tahun sektor perhotelan dan restoran adalah salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) Pemerintah Kota Makassar yang selalu melebihi target dari yang diinginkan. Sekitar 27 sampai 30 persen PAD Makassar berasal dari sektor ini.
Untuk di tahun 2005, misalnya, kami memberi pemasukan sebanyak Rp 32,2 miliar. Tahun 2006 Rp 37,1 miliar dan tahun 2007 Rp 41 miliar. Untuk tahun 2008 ini, kami yakin target yang sudah ditingkatkan sampai Rp 49,6 miliar juga akan terpenuhi.

Dari sektor perhotelan, misalnya, di Makassar sempat memasuki periode rush ketika hunian hotel dalam kondisi fully booked ketika sejumlah acara nasional digelar bersamaan.
Misalnya acara perhimpunan dokter bersamaan dengan olimpiade sains. Hotel semuanya terpakai dalam kurun waktu sepekan karena acara tersebut diikuti ribuan orang.
Pada periode Oktober hingga November nanti saya lihat akan kembali memasuki periode rush ini. Di bulan Oktober, selain karena TIME yang akan berlangsung, pada saat yang bersamaan juga akan ada kegiatan dari dokter alergi seluruh Indonesia.

Memasuki bulan November, saya perkirakan tingkat hunian kembali 100 persen. Pada bulan ini dijadwalkan ada momen pertemuan anggota ESQ yang akan diikuti sekitar 16 ribu orang.
Apalagi dengan adanya perbaikan infrastruktur di Makasar seperti bandara dan jalan tol serta ditetapkannya Makassar sebagai kantor pusat Merpati Airlines, akan semakin menambah daya jual Makassar ke depan dalam konteks kepariwisataan serta investasi.
Ini tentunya yang akan berpengaruh pada banyaknya jumlah orang yang masuk ke Makassar dan mendorong tingkat hunian hotel di Makassar.
Sementara di bulan Desember, seperti tahun-tahun sebelumnya akan mengalami penurunan tingkat hunian karena kurangnya event besar, kecuali pergantian tahun tanggal 31 Desember.
Mengenai TIME nanti, menurut saya tidak akan bisa sesukses tahun 2006 lalu. Hal ini karena persiapan yang kurang dengan waktu yang singkat. Hal lain yang berpengaruh adalah kurangnya fokus perhatian pemerintah dan asosiasi pariwisata di acara ini.

* Anggiat Sinaga, Ketua PHRI Kota Makassar

20 Negara Utus Wakil ke Makassar

Sumber: Tribun Timur, Makassar
Selasa, 02-09-2008
20 Negara Utus Wakil ke Makassar
Ikut Pasar Wisata Internasional 2008; Tiga Tahun Terakhir, Makassar Jadi Pusat Acara Nasional-Internasional; Oktober- November Hotel Bakal Penuh; 4 Oktober, Reuni Akbar Unhas Akan Hadirkan Ribuan Orang

Makassar, Tribun - Sedikitnya 20 negara akan mengutus perwakilannya untuk mengikuti ajang pasar pariwisata berkelas internasional, Tourism Indonesia Mart and Expo (TIME), akan diselenggarakan 14-17 Oktober mendatang di Celebes Convention Centre (CCC) Makassar.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar, Eddy Kosasih Parawansa, mengungkapkan hal tersebut dalam konferensi pers di Balaikota Makassar, Senin (1/9).

"Persiapan menuju TIME 2008 hingga saat ini sudah mencapai 60 persen," kata Eddy.
Dalam tiga tahun terakhir, Makassar kerap menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional seperti rapat kerja (raker) partai dan kongres organisasi profesi, termasuk dokter yang dihadiri ribuan orang.
Agenda besar terdekat yang akan berlangsung setelah Lebaran Idul Fitri 1429 Hijriyah adalah Reuni Akbar Ikatan Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin yang puncaknya berlangsung 4 Oktober mendatang.
"Reuni ini akan dihadiri oleh Pak Jusuf Kalla (wapres) dalam kapasitas sebagai Ketua Umum IKA Unhas. Acaranya memang dekat dengan Lebaran karena dirangkaikan dengan halal bihalal," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) IKA Unhas, Dr M Darwis MA DPS.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Kota Makassar, Anggiat Sinaga, mengatakan, mulai Oktober hingga akhir Desember, sejumlah acara besar akan berlangsung di Makassar, termasuk pertemuan dokter ahli alergi dan

Pameran Pariwisata
Negara asal buyers yang berpartisipasi di TIME Makassar, antara lain, Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Polandia, Australia, Afrika Selatan, Brasil, Mesir, Bahrain, Cina, Jepang, negara-negara Asia tenggara, dan negara-negara Eropa.
Ketua Panitia TIME 2008, Meity Robot, mengatakan, TIME adalah bagian dari upaya mendukung program pemerintah Visit Indonesia Year 2008 yang menargetkan tujuh juta wisatawan masuk ke Indonesia.
"TIME adalah satu-satunya pasar perjalanan internasional Indonesia dengan konsep bisnis ke bisnis, di mana penjual paket wisata di Indonesia bertemu dengan pembeli dari luar negrei. TIME ini suda dijadwalkan sebagai kalender internasional bersama ITB Berlin, WTM London, Arabian Travel Mart (ATM), PATA Travel Mart, dan lainnya," ujar Meity.

"Dengan tema Eco-Tourism dan Maritime Tourism, TIME 2008 akan menghadirkan seluruh tujuan wisata, termasuk tujuan yang populer, objek wisata, dan daerah wisat abaru, terutama yang berubungan dengan Eco-Tourism dan Maritime Tourism," tambahnya.
Panitia lokal TIME 2008 yang juga Ketua ASITA Sulsel dan INCCA, Niko B Pasaka, menyatakan, Makassar siap menjadi tuan rumah TIME 2008.
"Sejumlah fasilitas pendukung seperti jalan tol sepanjang 11 kilometer yang menghubungkan puat Kota Makassar dengan Bandara Hasanuddin yang baru serta sudah selesai," ujarnya.
Dipilihnya Sulsel kembali sebagai penyelenggara TIME selain karena memang setiap daerah mendapat dua kali jatah melaksanakan, juga karena provinsi ini termasuk lima daerah "tujuan wisata emas" di Indonesia serta tujuan Meeting, Incentive Conference & Exhibition (MICE) di Indonesia.
Selain itu, pada pelaksanaan TIME 2006 yang dilaksanakan di Makassar sukses menarik 110 pembeli internasional dari 21 negara, dengan lima pembeli tertinggi dari Belanda, Ciina, Korea, Malaysia, dan Indonesia, serta 124 seller dari Indonesia.
Banyak objek wisata yang bisa ditawarkan di Sulsel seperti Benteng Rotterdam, Benteng Somba Opu, Museum Lagaligo, Museum Mandala , Pantai Losari, Tanjung Bunga , Akkarena, Pulau Kayangan, Pulau Kodingareng di Makassar serta air terjun dan pusat kupu- kupu di Bantimurung, Kabupaten Maros, dan banyak lagi lainnya.

Dua Kali
Hingga kemarin, jumlah seller yang tercatat sebanyak 58 lembaga dari sembilan provinsi yaitu DKI Jakarta, Bali, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan.
Pembiayaan pasar pariwisata itu dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, serta departemen kebudayaan dan pariwisata. Pemkot memberikan kontribusi sebesar Rp 750 juta.
Inilah untuk keduakalinya TIME dilaksanakan di Makassar. Kota ini pernah menyelanggarakan ajang internasional ini pada bulan September 2006 lalu.
Pada pelaksanaan pertama, TIME di Makassar berhasil meraih komitmen transaksi sebesar 16 juta dolar AS atau sekitar Rp 144 miliar (kurs Rp 9.000 per dolar AS).
TIME 2006 digelar 18-21 September di Hotel Clarion karena saat bangunan CCC belum rampung.
Ajang itu dihadiri 105 buyers dari 23 berbagai negara. Ada lebih dari 70 seller dari 18 provinsi di Indonesia.

FPI cs Datangi Jalan Nusantara

Sumber: Tribun Timur, Makassar
Minggu, 31-08-2008 
FPI cs Datangi Jalan Nusantara
Makassar, Tribun - Front Pembela Islam (FPI) Sulawesi Selatan bersama sejumlah ormas Islam di Kota Makassar menggelar pawai simpatik keliling Kota Makassar, Sabtu (30/8). Pawai antimaksiat, judi, minuman beralkohol, dan narkoba itu digelar dalam rangka menyambut bulan Ramadan 1429 H.
 
Beberapa ormas Islam yang akan berpartisipasi dalam pawai itu di antaranya FPI, Forum Umat Islam (FUI) Sulsel, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Sulsel, Barisan Pemuda Islam, KPPSI, dan sejumlah aktivis dari beberapa ormas Islam lainnya.
Beberapa lokasi yang dilintasi peserta pawai itu adalah Jl Nusantara, Jl Tentara Pelajar, Penghibur, Jl Sulawesi, dan Jl Pasar Ikan. Lokasi ini sengaja dipilih karena di lokasi itulah banyak berdiri tempat hiburan malam.
Seruan tersebut menyusul kian maraknya tempat-tempat maksiat dan judi dengan berbagai kedok di kota ini. Ada dengan sebagai tempat hiburan, panti pijat, salon, panti refleksi, tempat bernyanyi, studio cinema, karaoke, dan berbagai kedok lainnya.
Pawai dengan menggunakan kendaraan bermotor itu star dari Masjid Al Markas Al Islami Jenderal M Jusuf. Finis di halaman Kantor Radio Republik Indonesia (RRI) di Jl Riburane, Makassar.
Pemimpin FPI Sulsel Habib Mahmud, Humas HTI Sulsel Hasanuddin Rasyid, dan Dewan Syuro KPPSI Sulsel KH M Sirajuddin terlihat di antara peserta pawai. Jumlah peserta pawai diperkirakan lebih 200 orang.(jum)

Polisi Mengawal
PADA sepanjang jalan yang dilintasi, peserta pawai meneriakkan yel-yel dan seruan penutupan THM dan lokasi-lokasi yang kerap digunakan sebagai tempat prostitusi, judi, miras, dan narkoba. Hingga selesainya pawai, aksi tersebut berlangsung lancar dan damai.
Selama konvoi, dua unit mobil patroli dan beberapa motor yang dikendarai polisi dari jajaran Polwiltabes Makassar terlihat mengawal pawai tersebut sejak star hingga finis.


--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

September, Jalan Tol Diresmikan

Sumber: Tribun Timur, Makassar
Senin, 01-09-2008 
September, Jalan Tol Diresmikan
Makassar, Tribun - Jalan tol seksi IV akan diresmikan pada September mendatang. Saat ini, jalan tol sepanjang 11,57 km ini dalam tahap laik fungsi dan menunggu sertivikasi dari menteri pekerjaan umum.
Direktur PT Bosowa Marga Nusantara (BMN), Aslam Katutu, mengatakan hal itu dalam keterangan persnya di sela-sela acara penanaman 1.000 pohon yang merupakan program Bosowa Corporation untuk mendukung Sulsel Go Green.
 
Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel A Patabai Pabokori, Wali Kota Makassar Andi Herry Iskandar, dan sejumlah pejabat lainnya hadir pada acara tersebut. Syahrul dan Herry menanam sendiri pohon yang dipilihkan untuknya.
"Jalan tol sudah bisa digunakan, tinggal finishing-nya saja. Sudah 99 persen laik jalan," lanjut Aslam. Dia mengatakan, jalan tol seksi IV merupakan dua dari 32 jalan tol yang dikerjakan di Indonesia ini dapat selesai sesuai rencana.
Aslam menambahkan bahwa setelah selesai jalan tol seksi IV, akan dilanjutkan dengan pembangunan jalan tol seksi III. "Jalan tol seksi I, seksi II, dan seksi IV sudah selesai. Sedangkan jalan tol seksi tiga belum ada," ujarnya.
Kendati demikian, dia belum bersedia mengemukakan lokasi jalan tol seksi III. "Saya belum tahu di mana lokasinya. Kami menunggu informasi dari pemerintah karena pemerintah yang menentukan di mana lokasi dan anggarannya," ujarnya.
Pimpinan Proyek Jalan Tol Seksi IV, Syahral Bakri, mengatakan, jalan tol seksi IV terdiri atas dua bagian, yaitu jalan tol utama dan front stage road. Jalan tol utama panjangnya 11,57 km dengan lebar 2 x 2 x 3,5 meter. Artinya dua jalur, yang masing-masing dua lajur dengan lebar 3,5 meter tiap jalur.
Sedangkan front stage road panjangnya 11,2 km dengan lebar 2 x 4,5 meter. Artinya, dua jalur dengan lebar 4,5 meter. Selain itu, telah dibangun pula jembatan Tallo sepanjang 200 meter. Anggaran jalan tols ekitar Rp 530 miliar.

Syahrul Tantang Herry Tanam Pohon
GUBERNUR Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, mengajak semua perusahaan besar agar menanam pohon. Dia juga menantang Wali Kota Makassar Andi Herry Iskandar untuk membuat perjanjian dengan camat dan lurah untuk menanam pohon.
"Saya ingin setiap rumah dalam satu kecamatan atau lurah menanam satu pohon di depan rumahnya," katanya. Syahrul bercita-cita menjadikan Kota Makassar dan sekitarnya yang disebut dengan Mamminasata sebagai daerah yang teduh.
"Tolong media tulis. Mari kita pohon karena itu berarti kita membuat pabrik O2 (oksigen)," katanya. Dia menilai menanam pohon itu bagian dari ibadah. Sebab, satu pohon menyelamatkan napas manusia.
"Satu manusia didampingi dua pohon. Satu mobil yang berjalan 24 jam membutuhkan empat pohon untuk menciptakan keseimbangan pada lingkungan. Saya ingin sepanjang jalan tol ini penuh pohon," ujarnya. (eki)

--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com